Author Guidelines

PANJANG TULISAN

Panjang artikel antara 4000 hingga 6000 kata (termasuk daftar pustaka, catatan, dan tabel).


JUDUL ARTIKEL

Judul Utama (ditulis dengan huruf capital menggunakan font Garamond, ukuran 14 pt, spasi 1.5, dan tebal).

Subjudul (ditulis dengan font Garamond Bold, ukuran 12 pt, dengan spasi setelah paragraf 6 pt).
Penulis: Nama Penulis Pertama, Nama Penulis Kedua, Nama Penulis Ketiga, dst (ukuran 11 pt, Garamond Bold).

Afiliasi: Afiliasi Penulis Pertama, Afiliasi Penulis Kedua, Afiliasi Penulis Ketiga, dst (ukuran 11 pt, Garamond).
Email: email.address@mail.ac.id, address@mail.ac.id, address@mail.ac.id (ukuran 10 pt, Garamond).

 

ABSTRAK ((Garamond 11 pt, 1 spasi, normal )

Abstrak di tulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia, abstrak berisi maksimal 150-200 kata. Konten abstrak berisi deskripsi singkat tentang masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, dan hasil penelitian. Khusus untuk artikel konseptual atau pemikiran tokoh-tokoh, abstrak berisi isu-isu utama atau isu-isu yang dibahas serta, implikasi atau temuan dari masalah yang dibahas, bagaimana masalah dianalisis dan poin-poin penting jawaban untuk masalah yang sedang dipelajari. Abstrak ditulis pada dalam kolom hijau ini. Sementara kata kunci ditempatkan di sebelah kiri kolom ini. Gunakan kata kunci 3-5 kata.


PENDAHULUAN

(Judul pendahuluan ditulis dengan huruf kapital [font Garamond 12 Pt, dan tebal]. Bagian ini tidak perlu menggunakan subjudul. Mulai dengan konteks penelitian. Jelaskan latar belakang masalah, tinjauan literatur singkat  yang relevan untuk menunjukkan research gap, dan pernyataan rumusan masalah. Akhiri bagian ini dengan tujuan penelitian yang jelas. Panjang sekitar 15-20% dari total artikel. [font Garamond, 12 pt, 1.5 spasi, normal].

 

METODE PENELITIAN

Judul Metode ditulis dengan huruf kapital [font Garamond 12 Pt, dan tebal]. Bagian ini menjelaskan metodologi penelitian secara rinci untuk memastikan replikabilitas. Penulis harus memilih sub-bagian yang relevan sesuai pendekatan penelitian yang digunakan, baik Kuantitatif, Kualitatif, atau Campuran. Jenis penelitian, Lokasi dan waktu penelitian juga harus dijelaskan dengan jelas.

Untuk penelitian kuantitatif, deskripsi populasi target, teknik pengambilan sampel, serta variabel dan instrumen penelitian harus disertakan. Teknik analisis data juga perlu dijelaskan, termasuk statistik yang digunakan. Sementara, untuk penelitian kualitatif, karakteristik partisipan dan konteks penelitian harus dijabarkan, bersama dengan metode pengumpulan data seperti wawancara dan observasi, serta teknik analisis yang diterapkan.

Dalam penelitian campuran, penulis harus menjelaskan desain mixed-methods yang diterapkan, diikuti dengan ringkasan fase kuantitatif dan kualitatif. Terakhir, penting untuk menguraikan bagaimana data kuantitatif dan kualitatif diintegrasikan dalam tahap interpretasi.

[font Garamond, 12 pt, 1.5 spasi, normal].

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Judul Hasil dan Pembahasan ditulis dengan huruf kapital [font Garamond 12 Pt, dan tebal]. Bagian hasil menyajikan temuan inti penelitian secara objektif dan logis yang harus menjawab pertanyaan yang dinyatakan dalam tujuan penelitian di pendahuluan. Gunakan tabel, grafik, atau gambar untuk menyajikan data yang kompleks. Setiap tabel/gambar harus memiliki judul dan nomor, serta dirujuk dalam teks.

Pembahasan penelitian adalah bagian dari analisis temuan penelitian dan membandingkan hasil penelitian dengan model atau teori yang telah Anda sebutkan di pendahuluan. Temuan penelitian harus dianalisis secara kritis oleh penulis (bukan sekadar deskripsi data), dan sangat penting untuk mengusulkan solusi. Jika penelitian menggunakan hipotesis, diskusikan apakah hasil sesuai dengan hipotesis dan jelaskan alasannya. Uraikan implikasi teoretis dan praktis dari temuan Anda, serta akui keterbatasan studi dan saran untuk penelitian mendatang. [Garamond, 12 pt, 1.5 spasi, normal].

 

KESIMPULAN

Judul Kesimpulan ditulis dengan huruf kapital [font Garamond 12 Pt, dan tebal]. Harus berisi jawaban terhadap masalah penelitian, yang didasarkan pada temuan penelitian, signifikansi teoretis/konstruksi konseptual. Kesimpulan bukan ringkasan, maupun deskripsi. Sertakan juga rekomendasi atau saran berdasarkan temuan penelitian. [Garamond, 12 pt, 1.5 spasi, normal].

 

REFERENSI

Judul Referensi ditulis dengan huruf kapital [font Garamond 12 Pt, dan tebal]. Sumber-sumber yang dirujuk dalam teks artikel harus dicantumkan dalam daftar referensi dan sebaliknya. Referensi berasal dari buku dan artikel dari jurnal nasional terakreditasi, dan/atau jurnal internasional, dan sangat dianjurkan untuk artikel yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Dalam menulis kutipan, sebaiknya dan disarankan menggunakan perangkat lunak manajer kutipan, seperti Mendeley mengikuti gaya APA 7.

 

PANDUAN TAMBAHA

A. ATURAN PENULISAN TABEL, GRAFIK, DIAGRAM, ATAU GAMBAR

Apabila artikel memuat tabel, grafik, diagram, atau gambar, hdapat mengikuti ketentuan berikut:

  1. Tabel
  • Tabel ditempatkan setelah narasi dalam teks.
  • Penomoran tabel bersifat berurutan (1, 2, 3, dst.).
  • Judul tabel diletakkan di atastabel, dengan posisi rata tengah.
  • Format penulisan: Tabel X.(dicetak tebal) diikuti oleh Judul Tabel (dicetak normal).

Contoh:
Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

 

  1. Grafik
  • Grafik ditempatkan di posisi tengah.
  • Penomoran grafik bersifat berurutan (1, 2, 3, dst.).
  • Judul grafik diletakkan di bawah
  • Format penulisan: Grafik X.(dicetak tebal) diikuti oleh Judul Grafik (dicetak normal).

Contoh:
Grafik 1. Peningkatan Nilai Rata-Rata Siswa

 

  1. Diagram
  • Diagram ditempatkan di posisi tengah.
  • Penomoran diagram bersifat berurutan (1, 2, 3, dst.).
  • Judul skema diletakkan di bawah
  • Format penulisan: Diagaram X.(dicetak tebal) diikuti oleh Judul Skema (dicetak normal).
  • Contoh:
    Diagram 1.Alur Penelitian Tindakan Kelas

 

  1. Gambar
  • Gambar ditempatkan di posisi tengah.
  • Penomoran gambar bersifat berurutan (1, 2, 3, dst.).
  • Judul gambar diletakkan di bawah
  • Format penulisan: Gambar X.(dicetak tebal) diikuti oleh Judul Gambar (dicetak normal).

Contoh:
Gambar 1. Logo STAIS Medan

 

  1. Kutipan Langsung Panjang (Lebih dari 4 baris)

Untuk kutipan yang lebih dari empat baris, tempatkan kutipan dalam blok teks mandiri dan hilangkan tanda kutip. Mulai kutipan pada baris baru, dengan seluruh kutipan menjorok dari margin kiri. Hanya inden baris pertama kutipan seperempat inci tambahan jika Anda mengutip beberapa paragraf. Kutipan dalam tanda kurung (parenthetical citation) harus muncul setelah tanda baca penutup. (Garamond, 12 pt, spasi tunggal).

Sebagai contoh, saat mengutip lebih dari empat baris prosa, gunakan contoh berikut:

  • Kutipan dipisahkan dalam blok paragraf mandiri tanpa tanda petik.
  • Mulai pada baris baru.
  • Seluruh blok kutipan menjorok (tab) dari margin kiri.
  • Jika mengutip lebih dari satu paragraf, baris pertama paragraf kedua dan seterusnya menjorok tambahan (tab).
  • Spasi teks: tunggal.
  • Sumber kutipan (dalam tanda kurung) diletakkan setelahtanda baca penutup kalimat kutipan.

Contoh:

Pendidikan ialah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (karakter, kekuatan batin), pikiran (intelek) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya. Segala alat, usaha, dan cara pendidik harus sesuai dengan kodratnya keadaan yang tersimpan dalam adat istiadat setiap rakyat. (Dewantara, 2013, hlm. 14)

 

  1. Penulisan Teks Al-Qur'an, Hadis, dan Terjemahannya

Teks Arab (Al-Qur'an/Hadis):

  • Gunakan font Arab tradisional (contoh: Traditional Arabic, Amiri).
  • Ukuran font: 14 pt.
  • Spasi baris: 1,15.
  • Penataan teks: Rata kanan-kiri (justify).
  • Untuk kemudahan, dapat menggunakan Add-Ins Qur'an Kemenag RI untuk Microsoft Word yang tersedia di: https://lajnah.kemenag.go.id/unduhan

Terjemahan:

  • Font: Garamond.
    • Ukuran font: 12 pt.
    • Spasi baris: tunggal (1).
    • Penataan teks: Rata kanan-kiri (justify).
    • Gaya huruf: Miring.
    • Akhiri dengan keterangan sumber dalam tanda kurung.

Contoh:

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ

 ..Yang mengajar (manusia) dengan qalam. (QS. ‘Alaq [24]

 

 B. GAYA SELINGKUNG SITASI DAN REFERENSI: APA 7

  1. Kutipan Dalam Teks Artikel

Kutipan dalam teks mengikuti format APA, yaitu (penulis, tahun), untuk setiap kutipan tidak langsung atau kutipan yang diparafrasekan. Untuk kutipan langsung (tanpa parafrase), wajib cantumkan nomor halaman, contoh: (Wijaya, 2020, hlm. 25).

Contoh:

Kutipan Tidak Langsung

...pendekatan baru dalam pembelajaran Al-Qur'an (Rahman & Hidayat, 2022).

ATAU

Penelitian Rahman dan Hidayat (2022) menemukan bahwa...

 

Kutipan Langsung

...dalam pembelajaran Al-Qur'an (Rahman & Hidayat, 2022, hlm. 34).

ATAU

Rahmat & Hidayat (2022) menyatakan, “Pembelajaran Al-Qur'an (hlm. 45).

 

  1. Mengutip Sumber di Dalam Sumber (Sitasi Sekunder)

Apabila sumber yang dikutip merujuk pada sumber lain, misalnya: karya Nurcholis Madjid merujuk pada karya Fazlur Rahman), kutipannya ditulis sebagai berikut:

…..Konsep pendidikan progresif harus berakar pada rekonstruksi etis Al-Qur'an (Rahman, 1982, sebagaimana dikutip dalam Madjid, 2000).

ATAU
 Rahman (1982, sebagaimana dikutip dalam Madjid, 2000) menekankan bahwa...

Dalam Daftar Referensi di akhir, hanya karya Unsworth yang dicantumkan.

 

C. PENULISAN DAFTAR REFERENSI LENGKAP

1.     Buku (Karya Utuh oleh Penulis Tunggal)

Contoh:
Nata, A. (2021). Filsafat pendidikan Islam: Dari konsep hingga implementasi. Rajawali Pers.

Penjelasan Susunan:

  1. Penulis:Nama belakang diikuti inisial nama depan & tengah (jika ada). Diakhiri tanda titik.
  2. Tahun Publikasi:Dalam kurung. Diakhiri tanda titik.
  3. Judul Buku:Dicetak miring (italic). Hanya huruf pertama kata pertama dan kata benda yang dikapitalisasi. Diakhiri tanda titik.
  4. Penerbit:Nama penerbit tanpa menyertakan kota/negara. Diakhiri tanda titik.

 

2.     Book Chapter (Bab dalam Buku yang Diedit)

Contoh:
Asy’arie, M. (2020). Epistemologi integrasi-interkoneksi dalam pendidikan Islam kontemporer. Dalam A. Muhtarom & L. F. Utami (Eds.), Dinamika pemikiran pendidikan Islam di Indonesia (hlm. 45–68). Kencana.

Penjelasan Susunan:

  1. Penulis Bab:Penulis chapter/bab. Format nama sama seperti buku.
  2. Tahun:Tahun terbit buku.
  3. Judul Bab:Tidak dicetak miring. Huruf kapital seperti judul biasa.
  4. Kata Penghubung:"Dalam" (In dalam konteks Inggris).
  5. Editor Buku:Nama editor diikuti "(Eds.)" untuk banyak editor, atau "(Ed.)" untuk satu editor.
  6. Judul Buku:Dicetak miring. Diikuti tanda koma.
  7. Halaman Bab:Dalam kurung, diawali "hlm." (pp. dalam format Inggris). Diakhiri tanda titik.
  8. Penerbit Buku:Sama seperti aturan buku.

 

3.     Artikel Jurnal (Dengan DOI)

Contoh:
Fauzi, A. R., Istikhori, I., & Rafli, M. (2025). Transformasi Pendidikan Islam Di Era Digital: Isu, Tantangan, Dan Peluang. Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam, 3(6), 1–6. https://doi.org/10.61132/jmpai.v3i6.1466

Penjelasan Susunan:

  1. Penulis Artikel:Sama seperti format sebelumnya.
  2. Tahun:Tahun terbit volume jurnal.
  3. Judul Artikel:Tidak dicetak miring.
  4. Judul Jurnal:Dicetak miring. Gunakan kapitalisasi title case.
  5. Volume & Nomor:Volume dicetak miring, nomor dalam kurung tidak Diakhiri koma.
  6. Halaman Artikel:Rentang halaman artikel. Diakhiri tanda titik.
  7. DOI:Selalu dalam format URL lengkap: https://doi.org/xxxxx. Tidak diakhiri titik.

 

4.     Tesis/Disertasi dari Repositori

Contoh:
Khairunnisa, Z. (2021). Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyyah) dalam kurikulum pesantren modern [Tesis magister, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta]. Repository UIN Jakarta. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/56789

Penjelasan Susunan:

  1. Penulis/Peneliti:Mahasiswa penulis tesis/disertasi.
  2. Tahun:Tahun lulus/sidang.
  3. Judul Karya:Dicetak miring.
  4. Deskripsi Sumber:Dalam kurung siku [], jelaskan jenis karya dan institusi pemberi gelar.
  5. Nama Repositori:Tempat dokumen diarsipkan.
  6. URL Stabil/Permanen:Alamat langsung ke dokumen di repositori. Tidak diawali “Diakses dari” atau “Retrieved from”.

 

5.     Artikel Surat Kabar Online

Contoh:
Rohman, A. (2024, Februari 28). Kemenag luncurkan platform digital untuk madrasah. Republikahttps://www.republika.co.id/berita/s47b32482/kemenag-luncurkan-platform-digital-untuk-madrasah

Penjelasan Susunan:

  1. Penulis Artikel:Wartawan/kontributor.
  2. Tanggal Publikasi Spesifik:(Tahun, Bulan, Tanggal).
  3. Judul Artikel:Tidak dimiringkan, kapitalisasi sentence case. Tanpa tanda petik.
  4. Nama Surat Kabar:Dicetak miring.
  5. URL:Link langsung ke artikel.

 

6.     Berita dari Situs Web ditulis oleh Jurnalis dari Media (misal: Serambinews.com) 

Contoh:
Fajri, M. (2024, Maret 20). Santri juara olimpiade sains nasional ungkap kunci sukses: Belajar tuntas di malam hari. Serambinews.com. https:// https://serambinews.com/news/123456/santri-juara-olimpiade-sains-nasional-ungkap-kunci-sukses-belajar-tuntas-di-malam-hari 

Penjelasan:

  • Sumber ini diperlakukan seperti artikel berita online.
  • Penulis adalah nama jurnalis/kontributor (individu).
  • Nama media (Serambinews.com) dicetak miringsebagai sumber.
  • Selalu sertakan URL langsungke berita tersebut.

 

7.     Berita dari Situs Web Organisasi

Contoh:
Nahdlatul Ulama. (2023, November 5). PBNU dorong penguatan pendidikan ahlussunnah wal jama’ah di sekolah. https:// www.nu.or.id/nasional/pbnu-dorong-penguatan-pendidikan-ahlussunnah-wal-jamaah-di-sekolah-6tQZ8

Penjelasan Susunan:

  1. Penulis sebagai Organisasi:Nama organisasi/badan yang menerbitkan berita.
  2. Tanggal:Tanggal rilis berita.
  3. Judul Berita:Dicetak miring.
  4. URL:Langsung ditulis tanpa nama situs berulang, karena sudah tercantum sebagai “penulis”.

 

8.     Publikasi Pemerintah

Contoh:
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Statistik pendidikan Islam tahun 2022. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. https:// pendis.kemenag.go.id/file/dokumen/StatistikPendidikanIslam2022.pdf

Penjelasan Susunan:

  1. Penulis sebagai Lembaga Pemerintah:Nama kementerian/lembaga.
  2. Tahun:Tahun publikasi laporan.
  3. Judul Laporan:Dicetak miring.
  4. Sub-unit/Biro Penerbit:Direktorat yang menerbitkan (jika ada, untuk kejelasan).
  5. URL:Link langsung ke file PDF/dokumen.

 

9.     Laporan Lembaga Riset (Laporan Teknis/Report)

Contoh:
Center for the Study of Islam and Society (PPIM) UIN Jakarta. (2021). Peta persepsi dan preferensi keagamaan guru pendidikan agama Islam di Indonesia. https:// ppim.uinjkt.ac.id/wp-content/uploads/2021/11/Laporan-Penelitian-Guru-PAI-Final.pdf

Penjelasan Susunan:

  1. Penulis sebagai Lembaga:Nama pusat studi/lembaga riset. Nama singkatan bisa ditambahkan dalam kurung.
  2. Tahun:Tahun laporan diterbitkan.
  3. Judul Laporan:Dicetak miring.
  4. URL:Link langsung ke laporan. Tidak perlu mencantumkan nomor laporan kecuali sangat krusial untuk identifikasi.

10.   Artikel Jurnal ditulis oleh lebih dari 7 orang

Contoh:
Azizah, N., Ma’arif, S., Fauzan, A., Hasanah, U., Subhan, M., Wahyudi, D., Putri, R. A., ... Siregar, I. (2022). Efektivitas model pembelajaran integrated active learning terhadap hasil belajar fiqih dan karakter siswa madrasah aliyah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 15(2), 210–235. https:// doi.org/10.24042/jipi.v15i2.12345

Penjelasan:

  • Jika penulis lebih dari 7 orang, cantumkan 6 penulis pertama, diikuti tiga titik (...)dan diakhiri dengan nama penulis terakhir.