EVALUASI KURIKULUM LEVELING TAHFIDZ AL-QUR'AN MENGGUNAKAN MODEL CIPP DI MA ISLAMIC CENTRE BIN BAZ YOGYAKARTA
Abstract
Penelitian ini mengevaluasi implementasi Kurikulum Leveling Tahfidz di Islamic Centre Bin Baz (ICBB) Yogyakarta, sebuah model kurikulum berjenjang yang mengorganisasikan target hafalan santri ke dalam empat tahap mubtadi', mutawassith, mutaqaddim, dan mahir sesuai kapasitas individu. Urgensi penelitian ini didasari oleh kesenjangan antara desain kurikulum yang idealistis dengan realitas capaian santri, seperti instabilitas motivasi santri dan disparitas kompetensi pedagogis muhafidz, serta keterbatasan kajian terdahulu yang masih bersifat parsial dan belum mengevaluasi secara terintegrasi pesantren tahfidz berskala besar dengan sistem leveling. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kurikulum tersebut secara komprehensif melalui kerangka Context, Input, Process, dan Product (CIPP) dari Stufflebeam dan Zhang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis evaluatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum ini memiliki fondasi kontekstual dan kebijakan kelembagaan yang kuat serta kualifikasi keilmuan muhafidz yang baik dan proses halaqah yang konsisten, namun masih menghadapi tantangan struktural pada dimensi input dan process seperti disparitas kompetensi pedagogis, keterbatasan rasio santri per muhafidz, dan ketiadaan rubrik penilaian munaqasyah yang baku yang berdampak pada suboptimalnya capaian product, terutama pada kuantitas hafalan dan ketepatan waktu kelulusan, meskipun kualitas tajwid dan kelancaran bacaan lulusan tergolong baik. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan program tahfidz memerlukan penguatan menyeluruh pada aspek input, proses, dan mekanisme evaluasi secara terintegrasi.









